Monday, October 8, 2007

AU - Basic Acrobatic di Capoeira

PENDAHULUAN

Sejarah CAPOEIRA
Menurut sebuah sumber yang saya peroleh dituliskan bahwa, Capoeira diciptakan oleh Para budak Dari Afrika ( Brazil ), kira-kira 400 tahun yang lalu sebagai suatu seni beladiri. Capoeira memiliki gerakan yang sangat unik yang memberikan secara bersamaan suatu keindahan dan kekuatan yang juga memberikan keseimbangan mental, fisik juga dalam musiknya yang sarat dengan nilai seni. Capoeira bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak terbatas umur . Lebih dari suatu seni beladiri, Capoeira juga merupakan suatu peristiwa sosial dengan tradisi dan sejarah.
Salah satu hal yang membedakan dengan beladiri lain dalam permainan Capoeira adalah musik. Music dan lirik lagu merupakan salah satu bagian penting dalam permainan Capoeira atau jogo. Ritme music yang berbeda membuat kecepatan yang berbeda dalam jogo. Bisa diartikan musiklah yang menentukan karakteristik permainan (jogo). Selain lirik dan lagu akrobatik juga merupakan hal yang tak terpisahkan dari Capoeira khususnya dalam jenis jogo tertentu seperti, regional(hegional), iuna dan beberapa jenis jogo lainnya. Di capoeira kita juga diajarkan untuk bisa menyanyi (we can sing).
Latar Belakang
Pandangan saya Capoeira adalah sebuah seni yang sangat kompleks, dimana di capoeira ada beberapa seni yang disatukan. Antara lain seni beladiri, seni music, seni tari dan seni akrobatik,. Yang membedakan capoeira dengan beladiri lain juga dari segi acuan pembelajarannya, di beladiri lain kita cenderung hanya diajarkan bagaimana cara bertarung sedangkan di capoeira kita tidak hanya diajarkan beladiri tetapi juga musik dan akrobatik.

Pada makalah saya kali ini saya akan membahas tentang salah satu hal yang membedakan Capoeira dengan seni beladiri lain. Disini saya akan bahas mengenai seni akrobatik di Capoeira.

Karena gerakan akrobatik dalam Capoeira cukup banyak bila dituliskan semua. Pada makalah ini saya hanya akan membahas salah satu gerakan dasar dari akrobatik di Capoeira yaitu Au (meroda) dan beberapa jenis serta variasinya.
Pembahasan
Salah satu gerakan dasar dari akrobatik di Capoeira adalah gerakan meroda yang dalam Capoeira disebut “Au”. Ini merupakan gerakan basic akrobatik di Capoeira karena gerakan ini ditujukan untuk melatih otot-otot tangan, pinggang, perut dan bagian tubuh lainnya agar lebih lentur dan tidak kaku, selain itu Au juga membantu untuk melatih keseimbangan khususnya untuk para pemula (beginner).
Bagi para beginner khususnya, Au merupakan gerakan ‘wajib’ yang harus bisa, ini merupakan gerakan dasar untuk melakukan gerakan akrobatik dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Sebenarnya Au sendiri dibagi menjadi cukup banyak jenis juga variasi. Berarti dengan mempelajari Au dan beberapa variasinya kita sudah belajar sebagian kecil dari seni akrobatik di Capoeira.
Ada beberapa hal yang membedakan Au dengan gerakan meroda pada umumnya, antara lain adalah menjaga kontak mata pada lawan (pandangan ke depan). Hal ini cukup penting karena di capoeira kita dituntut untuk selalu menjaga kontak mata dengan lawan main kita (saat jogo), hal ini ditujukan agar kita tetap konsentrasi pada setiap gerakan lawan, sebab gerakan-gerakan di capoeira tidak bisa diprediksi. Kalau kita tidak jaga kontak mata dengan lawan bisa-bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti cedera dalam latihan.
Untuk lebih baiknya, kita lakukan latihan ini (Au) di depan cermin, ini bisa juga melatih pandangan kita saat melakukannya. Apabila sudah mahir dalam gerakan Au dasar jangan cepat puas, cobalah beberapa variasi seperti :
Jangan langsung meletakkan tangan secara bersamaan, coba beri delay (jeda waktu) antar kedua tangan. Ini bisa juga untuk melatih keseimbangan.
Coba juga untuk melakukan hand stand saat Au, dengan cara melakukan au lalu pertahankan keseimbangan pada saat posisi kaki vertikal (di atas).
Lakukan Au dengan satu tangan.
Ada juga jenis au untuk permainan angola (small Au) seperti pada gambar. Au jenis ini dilakukan dengan agak lambat (karena untuk angola) cara melakukannya adalah dengan awalan agak rendah (tidak seperti au biasa yang dari awalan berdiri) lalu saat tangan menyentuh lantai posisikan kepala sedekat mungkin dengan lantai, takuk lutut (lihat gambar), gunakan kekuatan pinggang dan perut untuk melakukan gerakan ini, dan posisi akhir seperti pada awalan (tidak berdiri penuh)
Pada dasarnya beberapa gerakan Au yang telah saya jelaskan merupakan gerakan basic acrobatik di capoeira. Ada juga jenis-jenis Au dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dan membutuhkan latihan rutin untuk menguasainya. Antara lain
Au batido
Au da costa
Au sem mao
Pada makalah ini saya akan jelaskan tiga jenis au tersebut. Sebenarnya masih cukup banyak jenis Au yang lain, seperti Au maria, Aude cabeca, Au agulia, Au giratoria, Au reversao dsb. Yang tidak mungkin saya jelaskan semua dalam makalah ini.
Au batido
Dasar gerakan Au batido adalah menghentikan gerakan pada saat meroda (setengah meroda) kemudian memposisikan salah satu kaki sejajar tubuh dan memiliki sudut 90* seperti huruf ‘L’
gunakan kekuatan dan kelenturan pinggang untuk menjaga keseimbangan. Agar gerakan terlihat lebih menarik posisikan salah satu kaki sedekat mungkin dengan kepala. Coba juga beberapa variasi seperti pada gambar berikut :

Au da costa
Jenis Au lain yaitu Au da costa, gerakan ini tetap berdasarkan pada gerakan Au biasa, hanya saja au de costa tidak dilakukan ke arah samping seperti Au biasa, melainkan kita berusaha melakukan Au ke arah belakang. Cara melakukannya adalah dengan awalan seperti akan melangkah (jalan) kemudian kita berusaha menyentuh tanah / lantai yang berada di belakang kita (lihat gambar atas) dengan salah satu tangan (posisi agak khayang). Setelah tangan menyentuh lantai gunakan kekuatan kaki dan pinggang untuk mendorong tubuh ke arah belakang.usahakan posisi tangan yang lainnya sejajar dengan tangan yang menyentuh tanah lebih awal tadi. Untuk posisi akhir usahakan seperti posisi awal (akan melangkah), karena biasanya gerakan ini dilakukan lebih dari satu kali secara berturut-turut. Yang membuat gerakan ini terlihat lebih menarik adalah pada saat melakukannya beberapa kali, kita tidak berpindah posisi (tetap di tempat)

Au semmao
Pada gerakan ini kita berusaha untuk melakukan gerakan Au tanpa tangan menyentuh lantai. Gerakan ini bisa dilatih dengan melakukan gerakanAu secepat mungkin dengan satu tangan, lalu coba lakukan gerakan‘butterfly’,kemudian latih agar posisi kaki lebih tinggi (di atas posisi kepala). coba juga menambahkan tenaga untuk awalan(diloncatkan). Dengan latihan yang rutin akan diperoleh posisi tubuh yang benar-benar vertikal (lihat gambar).

KESIMPULAN
Orang mengenal Capoeira sebagai suatu seni beladiri yang identik dengan gerakan-gerakan akrobatik. Namun tidak semua jenis permainan memakai akrobatik, hanya beberapa jenis permainan tertentu saja yang sangat terlihat sisi akrobatiknya.
Sebenarya untuk mempelajari akrobatik dalam Capoeira diperlukan penguasaan terhadap beberapa gerakan. Salah satu gerakan akrobatik basic Capoeira adalah Au (meroda). Untuk dapat melakukannya dengan benar kita perlu latihan rutin karena saat melakukannya (Au) kita juga dituntut untuk tetap konsentarasi pada lawan.Beberapa variasi gerakan Au untuk latihan antara lain :
Memberi jeda waktu antar kedua tangan saat melakukannya
Hand stand saat Au, dengan menahan keseimbangan saat posisi vertikal
Melakukan Au dengan satu tangan
Gerakan-gerakan tersebut secara tidak langsung melatih otot kaki, pinggang, perut juga tangan. Selain itu gerakan tersebut juga melatih keseimbangan kita saat akan melakukan gerakan lain.
Beberapa jenis Au antara lain:
Au batido
Au de costa
Au sem mao
Au maria
Au de cabeca
Au reversao dan masih banyak lagi
Dengan menguasai beberapa jenis Au diatas bisa diartikan kita telah menguasai sebagian kecil gerakan akrobatik di Capoeira. Juga dengan menguasai gerakan Au dan variasinya kita akan lebih mudah untuk mempelajari gerakan akrobatik lain yang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi, Au juga bisa digunakan sebagai awalan untuk melakukan gerakan akrobatik lain seperti :
Au to mortal
Au to folha seca
Helicoptero
Mariposa dan lain-lain
Karena keterbatasan informasi, apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan dalam penulisan dan pemahaman pada tulisan saya, harap maklum…
DAFTAR PUSTAKA
(referensi)
www.virtualcapoeira.com
marc.heitler@blackbox.at
www.capoeirabrasil.com
www.capoeirasj.com
Temen-temen Capoeira VADIACAO
VIVA CAPOEIRA VADIACAO, SALVE....!!!
Writed by : UnO

Roda Capoeira


RODA (red : hoda)
Latar belakang
Dalam seni beladiri capoeira dikenal suatu istilah “roda”. Roda ini berarti suatu lingkaran manusia, yang melambangkan lingkaran kehidupan manusia. Di roda inilah para capoeirista melakukan permainan serta ritual yang dinamakan jogo.
Isi
Fungsi roda sendiri adalah sebagai tempat capoeirista melakukan ritual permainan jogo, bisa juga untuk melakukan upacara untuk menyambut mestre baru.
Dalam suatu roda, yang menjadi pemimpin disebut batteria. Batteria tersebut memimpin para capoeirista untuk bernyanyi ataupun bermain jogo.
Selain batteria ada pula suatu baris yang berisi pemain instrument yang berperan untuk memberi iringan musik saat permainan berlangsung. Berimbau adalah induk dalam iringan musik roda, alat musik ini yang menentukan makna dan jenis permainan yang dimainkan dalam roda tersebut. Selain berimbau barisan instrument ini sering menggunakan alat musik lain, seperti atabaque, jinbei, pandeiro, agogo, maracas, serta reco-reco (sebagian besar merupakan alat perkusi).
Umumnya, permainan atau ritual jogo diawali dengan batteria memainkan berimbau, kemudian menyanyikan ladainha. Setelah itu iringan berimbau sang batteria pun ditirukan oleh pemain musik lainnya, camara (capoeirista yang menjadi penyusun roda) membalas dengan menyanyikan entrada / chula (nyanyian balasan), yaitu suatu nyanyian yang di dalamnya terkandung pujian atau doa pengucapan syukur pada Tuhan atau mestre, sambil bertepuk tangan dan bersorak. Ini menandai permainan jogo di tengah roda bisa dimulai.
Permainan yang diiringi lagu-lagu jenis corridos (lagu pengiring permainan dalam jogo) itu dimulai dengan dua pemain berjongkok berhadapan di kaki berimbau. Menyerap energi yang diciptakan oleh roda, sebelum saling menyentuhkan telapak tangan dan masuk ke tengah roda untuk berjogo. Karena dengan adanya tepukan, sorakan serta iringan musik dari capoerista yang lain seakan-akan dapat mengobarkan semangat atau axe (vital energy) saat berjogo dalam roda.
Batteria memainkan berimbau di roda bisa dengan berbagai macam toque/irama/tempo. Iringan berimbau sang batteria pun ditirukan oleh pemain berimbau lainnya, pemain musik perkusi lainnya juga ikut menyesuaikan iringan temponya.
Tempo yang dimainkan bisa cepat dan bisa pula lambat. Bila irama berimbau dan irama tepukan menjadi cepat, maka permainan jogo pun juga menjadi cepat pula. Permainan cepat tersebut dinamakan jogo regional. Tetapi bila irama pengiring dalam roda menjadi lambat berarti dalam permainan jogo di roda tersebut menjadi penuh dengan trik-trik permainan slow dan permainan bawah / ground play. Permainan lambat ini dinamakan jogo angola.
Ada aturan bermain dalam roda. Capoeirista yang berjogo harus mampu melakukan aksinya tidak sampai merusak / memecah roda. Adakalanya, batteria memberi instruksi kepada capoeirista penyusun roda untuk lebih menyempitkan ukuran roda. Ini dilakukan dengan makna untuk lebih menguji kemampuan pemain jogo menyesuaikan dirinya dengan roda. Ukuran roda pada umumnya minimal dengan diameter 3 meter. Kadang-kadang diameternya bisa lebih dari 10 meter sesuai dengan jumlah penyusun roda.
Mengenai aturan main di roda, ada suatu istilah istirahat dalam roda yang disebut volta de mundo atau trip around the world (mengelilingi dunia). Istirahat macam ini hanya dilakukan pada saat jogo regional (jogo dengan tempo permainan cepat). Capoeirista yang melakukan volta de mundo semacam beristirahat sejenak dalam lingkaran roda. Ini dilakukan dengan cara berlari kecil atau berjalan mengelilingi sisi dalam roda sebanyak 2 atau 3 kali, dan diikuti oleh lawan mainnya. Tujuan dari volta de mundo ini untuk mendinginkan suasana permainan jogo.
Istirahat dalam roda jogo Angola (roda dengan tempo permainan lambat) adalah chamada. Dalam chamada salah seorang pemain jogo mengangkat tangannya ke udara, lalu lawan mainnya mendekati. Memegang tangannya, mengajak pelaku chamada berjalan ke belakang. Kemudian mereka melanjutkan permainan slow. Tujuan dari chamada ini adalah untuk menguji kemampuan capoeirista dalam bekerja sama dan bersikap agak ramah terhadap lawan.
Kesimpulan
Roda sangatlah penting dalam permainan capoeira. Merupakan suatu kebanggaan untuk bisa terlibat dalam roda terlebih bisa berjogo di dalamnya.. Bila dalam capoeira tidak ada yang namanya roda bagaikan langit tanpa bintang, sesuatu yang kehilangan makna dan keindahannya. Mari menjaga semangat dalam roda saat berjogo. Salve !!!

Writed by : Victor

Toque Berimbau

TOQUE BERIMBAU
Latar Belakang
Dalam permainan capoeira atau jogo ,toque adalah rhythm yang dimainkan berimbau .Toques digunakan untuk menentukan jenis permainan yang dimainkan pada roda (red:hoda).
Isi
Dibawah ini akan saya jelaskan berbagai jenis toques :
Catatan :
‘v’ = nada rendah ( pukul string tanpa menekan dobrao(batu/koin) dan menjauhkan cabaca(gourd/resonansi) dari perut
‘^’= nada tinggi ( pukul string dengan menakan dobrao pada string dan menempelkan cabaca pada perut )
‘x’ = nada ‘tch’ (buzz sound)
‘-‘ = hammer ( menekan dobrao pada string tanpa memukulkan baqueta pada string/arame)
‘.’ = jeda
‘’ = tidak dimainkan ,ini berguna untuk membantu kita menjaga irama
Angola
Merupakan jenis tradisi permainan tertua .Digunakan untuk mengiringi permainan Angola, permainan pelan dimana capoeirista mendemonstrasikan keindahan gerakan dan keseimbangan.
Dasarnya adalah : xxv^…
Beberapa capoeirista biasanya memainkan caxixi setelah nada terakhir
xxv-^.s.
dimana s = bunyi caxixi
Sao bento pequeno
Seperti yang saya ketahui sao bento pequeno adalah kebalikan dari Angola ( karena hanya memindah nada tinggi dan nada rendah pada Angola ).
Dasarnya adalah :xx^v…
Sao bento Regional de Bimba
Biasanya capoeirista menyebut permainan ini hanya dengan regional (red : hegional)
Saja .Mestre Bimbalah yang menciptakan permainan ini ,ada tendangan dan permainan bawah yang cepat. Sapuan kaki dan take down diperbolehkan dalam permainan ini dan permainan ini sangatlah sering diperlihatkan dalam jogo.
Dasarnya adalah : xx^.v.v.
Sao Bento Grande de Regional
Permainan cepat dengan variasi-variasi tendangan ,permainan bawah tidak diijinkan dalam game ini.
Dasarnya adalah : v.xx^.xxv.v.^.xx
Iuna
Toque permainan ini dibuat oleh mestre Bimba untuk menggambarkan burung Amazonian yaitu iuna .Permainan ini seperti sekedar show up dan akrobatiklah yang mendominasi pada game ini, biasanya dimainkan dengan jarak yang berjauhan antara pemain sehingga pemain dapat berpetualang dengan kemampuan mereka sendiri dan menunjukan kebolehan masing-masing. Tradisinya ,permainan ini hanya dimainkan oleh graduados (capoerista yang sudah berpengalaman) dan banyak akademi capoeira yang hanya akan memainkannya jika diperintah oleh sang Mestre .
Dasarnya adalah : x.vx.vx.vx.vvx.vx.vvvvvv.xvx.vx.vv
Idalinha (red : Idainya)
Permainan pelan tapi penuh kekuatan
Dasarnya adalah : xxvv^vv.-^
Santa Maria
Permainan yang menggunakan pisau yang dipasangkan di kaki .Bisa juga disebut ‘money’ games ,dimana pemain mencoba untuk mengambil koin dengan mulut mereka yang ditempatkan di tengah roda
Dasar permainannya adalah : xxvvvvxxvvv^xx^^^^xx^v^v
Amazonas
Permainan tanda selamat datang yang digunakan untuk menyambut seorang Mestre atau tamu dalam capoeira .
Dasar permainannya adalah : xxvxv^xxvv^
Cavalaria
Dahulu kala di brazil, toque berimbau ini digunakan untuk memperingatkan pemain bahwa polisi telah datang (banyak yang menyebut bahwa toque ini mirip seperti sirine polisi).Secara dahulu sebelum capoeira dilegalkan di Brazil ,orang yang ketahuan berlatih capoeira akan langsung diputus urat-urat ototnya .Sekarang toque ini berguna untuk memperingatkan jika ada dua orang capoeirista yang bermusuhan di dalam roda.
Dasar permainannya adalah : xxv.xvxxv^v
Miudinho
Diciptakan oleh Mestre Suasuna .Permainan ini seperti Angola tetapi lebih cepat .Tidak ada nyanyian dan toquenya seperti kebalikan cavalaria. Disebut juga jogo de dentro .
Dasar permainannya adalah : ^.xx^.xx^.xx^.v.
Samango
Diciptakan oleh mestre Cajiquinha yaitu permainan yang digunakan untuk ‘solo performance’ atau pertunjukan individu ,dimana pemain dapat menunjukan sedikit dari yang mereka tahu tentang capoeira .
Dasar permainannya adalah : v.xv.xv.x-
Samba de Roda
Dasar permainannya adalah : xx.vxx.vxx.vvvv
Kesimpulan
Inilah ke 12 Toque berimbau yang ada dalam capoeira . Jadi menurut saya keberadaan toque sangatlah penting bagi berjalannya suatu jogo dan toque berimbaulah yang menentukan permainan apakah yang akan dimainkan dalam jogo itu sendiri .Sebagai capoeirista hendaknya kita harus dapat memainkan berimbau dan menguasai ke 12 toques tersebut sehingga kita bisa menjadi seorang batteria pada saat roda mulai dimainkan .Tetapi karena keterbatasan informasi dan koneksi(dari grupo luar yang lebih dulu bereksistensi dalam capoeira) kita hanya bisa berlapang dada jika kita belum mengetahui dengan jelas jenis-jenis toque dan permainan dalam capoeira .Tetapi dengan kekurangan itu marilah kita tunjukan kelebihan kita dengan menyanyi dengan benar dan tidak fals /haha.
Demikianlah tugas makalah capoeira saya ,atas perhatiannya saya ucapkan Obrigado .

Salve !!!

Writed by : Dimas P

Musik Capoeira


MUSIK CAPOEIRA
Latar Belakang
Capoeira adalah seni beladiri dari Brazil yang diciptakan oleh budak Afrika di Brazil pada zaman penjajahan. Capoeira memiliki keunikan, yaitu selain memiliki basic dan akrobatik juga terdapat musik. Setiap capoeirista tidak hanya mempelajari basic dan akrobatik tetapi juga harus dapat memainkan alat musik serta menyanyi karena musik sama pentingnya dengan basic dan akrobatik.
Musik memiliki peranan yang sangat penting di dalam capoeira. Ada yang mengatakan bahwa tanpa musik tidak akan ada roda. Musik juga menentukan kecepatan dan jenis jogo pada saat roda serta dapat menciptakan axe yang tak terbatas.
Isi
Musik memiliki dua unsur, yaitu alat musik dan lagu. Nada diumpamakan sebagai denyut nadi dan lagu adalah jiwa dalam capoeira. Alat musik capoeira meliputi berimbau, atabaque(conga), pandeiro(tamborin), reco-reco, dan agogo serta alat musik bantu lainnya. Seiring dengan perkembangan zaman, tidak hanya alat musik ini saja yang digunakan tetapi juga menggunakan alat musik tambahan lainnya seperti gitar, suling, dan lain-lain.
Berimbau menjadi bateria atau leader dalam roda dan berimbau sering di sinonimkan dengan capoeira. Berimbau terdiri dari verga(terbuat dari kayu biriba), arame(kawat baja), cabaça, dobrão(batu), baqueta(stick), dan caxixí.
Capoeira dibagi menjadi 3 kategori, yaitu berra-boi atau gunga, medío, dan viola. Ada bermacam-macam permainan berimbau, seperti são bento Angola(permainan pelan dengan keseimbangan serta tipu daya), são bento regional, são bento grande de regional, são bento pequeno(variasi kebalikan dari são bento angola), iũna, cavalaria, idalinha(variasi), jogo de dentro, amazonas(variasi), santa maria(variasi), banguela. Berimbau dimaninkan secara monoton dan diulang kecuali viola yang nadanya tertinggi bermain variasi untuk mengisi jeda.
Atabaque, cara memainkan atabaque hampir mirip dengan pandeiro menggunakan 4 ketukan dengan pola kanan, kiri, kanan, kanan. Dahulu pandeiro dibuat dengan menggunakan kulit ular dan biasanya digunakan untuk musik samba.
Dalam sebuah roda pemegang alat musik bisa berdiri atau duduk. Tiga berimbau di tengah dengan gunga di tengah yang bisanya di pegang oleh mestre atau capoeirista yang tingkatannya tertinggi, dua pendeiro di samping kanan kirinya dan diikuti oleh alat musik lainnya. Biasanya hanya menggunakan berimbau, atabaque/pandeiro saja.
Lagu capoeira dinyanyikan dengan pola memanggil dan dijawab yang membentuk sebuah cerita atau keadaan di dalam roda dan diikuti oleh tepuk tangan camara. Beberapa lagu menceritakan tentang orang-orang atau mestre-mestre terkenal yang berjasa dalam mengembangkan capoeira. Ada juga lagu yang memberi inspirasi jogador agar bermain lebih baik saat jogo. Selain itu, ada lagu tentang kehidupan sehari-hari mereka, perjuangan, harapan serta impian mereka.
Ada 3 macam lagu dalam capoeira, yaitu :
1. Ladainha adalah lagu untuk mengawali roda sebagai penghormatan atau do`a bahkan cerita. Biasanya dinyayikan oleh mestre atau capoeirista yang tingkatannya tertinggi dalam sebuah grupo. Ketika ladainha dinyanyikan hanya berimbau dan pandeiro saja yang dimainkan. Ladainha dinyanyikan dan diikuti chulas atau luvacao. Chulas atau luvacao adalah nyanyian balasan yang berisi ucapan terima kasih untuk Tuhan serta penghormatan untuk mestre. Ladainha sering digunakan untuk mengawali jogo são bento Angola.
2. Quadras adalah lagu yang terdiri dari empat bait yang dinyanyikan oleh solois dan diulang oleh camara. Quadras biasanya dinyanyikan saat são bento regional dan benguela.
3. Corridos sama dengan quadras tetapi hanya terdiri dari satu atau dua bait saja dan dinyanyikan saat roda berlangsung.
Selain dalam roda musik juga digunakan untuk makulele dan samba de roda. Ladainha sering tidak digunakan saat roda tetapi sangat tidak mungkin jika roda tanpa quadras dan corridos.
Kesimpulan
Tanpa musik capoeira bagaikan sayur tanpa garam. Seorang capoeirista akan menjadi true capoeirista jika sudah menguasai basic, acrobatic dan music.
Sekian informasi tentang musik dari saya dengan harapan agar para capoeirista terutama Capoeira Vadiação Salatiga dapat mempelajari musik dengan baik dan benar karena musik sama pentingnya dengan basic dan acrobatic.
Keep the axe
Salve camara!!!
Muito obrigado….
writed by : NICO

Alkisah tentang CAPOEIRA

Alkisah, pada abad ke-16, di sebuah kawasan bernama Angola, Afrika, hidup sekumpulan budak yang dijajah orang Portugis.
Mereka hidup menderita di bawah tekanan majikan. Ancaman hukuman gantung dan cambuk membayangi nasib mereka.
Akan tetapi, semangat perjuangan mereka tetap menyala. Diam-diam mereka melawan. Mereka berhasil menciptakan jurus bela diri baru: capoeira.
Capoeira diciptakan berkat kecerdikan budak Angola mengecoh majikan mereka. Keganasan capoeira ditutupi dengan gaya bela diri yang seindah
tarian dan disertai nyanyian khas. Tendangan memutar dan melompat yang dilakukan mampu memesona orang-orang yang menyaksikan.
Bahkan, dua orang yang sedang latihan bertarung justru terlihat seperti pasangan yang sedang menari.
Capoeira semakin berkembang ketika budak-budak Angola tersebar hingga ke Brasil.
Itu adalah satu teori mengenai lahirnya capoeira. Teori lain yang lebih mendapat dukungan adalah bahwa capoeira lahir di Brasil,
diciptakan oleh budak-budak yang berasal dari berbagai kawasan di Afrika, antara lain orang Yoruba, Bantu, Angola, Kongo, dan Mozambik.
Ahli-ahli sejarah capoeira lebih mendukung teori ini karena yang ada di Afrika hanyalah sebagian unsur yang terpisah-pisah dari seni itu, bukan bentuknya secara keseluruhan.
Dari sintesis tarian, pertarungan dan alat musik dari berbagai kebudayaan Afrika yang berbeda oleh para budak itu terciptalah capoeira.
Seiring perkembangan waktu, Capoeira mulai dikenal sebagai bela diri yang agresif. Kebrutalan capoeira makin parah sejak terjadi pembebasan budak pada tahun 1888.
Banyak bekas budak miskin yang menganggur kemudian membentuk geng capoeira untuk berbuat kejahatan. Ini membuat Pemerintah Brasil berang dan melarang olahraga ini pada tahun 1892.
Mereka yang ketahuan berlatih atau mengajarkan bela diri tersebut akan dihukum berat.
Hukumannya berupa pemotongan otot, lutut, bahkan tenggorokan.
Akan tetapi, riwayat capoeira belum berakhir.
Banyak pejuang capoeira yang tetap setia dan berlatih secara sembunyi-sembunyi.
Akhirnya, pada tahun 1937, Getulio Vargas, Presiden Brasil pada masa itu, setuju mencabut larangan capoeira.
Beliau malah ingin mempromosikan capoeira sebagai olahraga khas Brasil.
Capoeira makin menyebar di seluruh dunia berkat jasa Mestre (sebutan untuk master dalam capoeira) Bimba (1899-1974).
Ia berhasil mengembangkan gaya capoeira baru yang lebih cepat dibandingkan dengan capoeira Angola, yaitu capoeira regional.
Gaya tradisional yang disebut Capoeira Angola dipertahankan dan dikembangkan oleh Mestre Pastinha (1889-1982). Di Brasil dan berbagai negara seluruh dunia,
umumnya diajarkan kedua gaya itu walaupun ada kelompok yang hanya mengajarkan Capoeira Regional atau Capoeira Angola saja.
Sekarang rakyat Brasil boleh berbangga hati melihat kesenian ini makin kencang berkibar.
Apalagi setelah mendapat wadah promosi gratis di film, videoklip, dan video games.
Capoeira di Indonesia
Kota pertama tempat berkembangnya capoeira di Indonesia adalah Yogyakarta. Bisa dibilang, kota ini merupakan "ibu kota" capoeira di Indonesia.
"Perkembangannya dimulai tahun 1998 sejak kedatangan Simon, murid Australia yang bisa capoeira," jelas Jilly Likumahuwa yang dikenal sebagai ibu dari Capoeira Jogja Club.
Keahlian Simon ini mengingatkan murid-murid Yogya terhadap bela diri yang dilakukan Mark Dacascos di film Only the Strong. Simon lantas mengajarkan gerakan-gerakan dasar capoeira pada mereka.
"Setelah Simon, ada capoeiristas lain yang mampir ke Yogya dan mengajarkan capoeira," Jilly melanjutkan.
Perlahan namun pasti, capoeira makin berkembang. Kelompok-kelompok penggemar capoeira mulai bermunculan. Lalu, sampailah capoeira ke Jakarta. Yoga (22) adalah salah satu cowok yang nekat memopulerkan capoeira di Jakarta.
Asal tahu saja, film Only the Strong yang diproduksi tahun 1993 ini jadi wadah promosi dahsyat buat capoeira.
Film action ini bercerita tentang perjuangan Louis Stevens (diperankan Mark Dacascos) dalam membasmi gembong obat-obatan terlarang di SMU almamaternya. Ia lalu mengajarkan ilmu capoeira pada beberapa murid untuk melawan penjahat. Gerakan capoeira yang cantik tetapi mampu menghajar orang,
membius mereka yang menyaksikan film ini.
Belajar capoeira juga bukan cuma berlatih jurus-jurusnya. Kita akan diajari filosofi, nyanyian, dan memainkan alat musik khas Brasil. Semua keahlian ini digunakan agar kita semakin menjiwai capoeira. "Kami juga selalu berusaha menciptakan suasana kekeluargaan supaya anggota-anggota makin betah,"
Dari suasana kekeluargaan ini, anggota klub lebih mudah menyerap filosofi capoeira. Salah satu filosofinya, "Capoeira dalam bahasa Brasil berarti rumput yang rendah. Jadi, seorang capoeirista tidak boleh sombong. Mereka harus menghormati orang-orang dan menghindari permusuhan,"
Walaupun capoeira merupakan ilmu bela diri, tidak berarti capoeirista boleh menyombongkan keahliannya. Seorang capoeirista sejati harus sabar dan hanya menggunakan ilmu jika keadaan sudah memaksanya untuk membela diri. Sebab, tujuan utama capoeira bukan untuk melakukan kekerasan, tetapi menghindarinya.
Ini sudah jadi tujuan capoeira sejak digunakan budak-budak Angola. Mereka dilarang menunjukkan gerakan agresif pada majikannya sehingga dikembangkan trik mengecoh atau malandro.
Sampai saat ini, capoeirista cenderung menonjolkan kelincahan dan kecerdikan daripada kekuatan dan kekerasan.
Mirip breakdance
Kalau dilihat lebih lanjut, gerakan capoeira mirip dengan breakdance, terutama gaya akrobatik seperti kepala di bawah dan lompatan. Keduanya sama-sama membutuhkan kekuatan fisik yang menekankan kelenturan, kekuatan, dan kelincahan. "Tapi, capoeira lebih dulu berkembang dan mengilhami gerakan breakdance,"
Pada dasarnya, breakdance dan capoeira punya persamaan dan perbedaan. Salah satu perbedaan utama adalah gerakan breakdance lebih ngetop duluan dibandingkan dengan musik hip hop yang biasa mengiringi. Sedangkan sejak awal diciptakan, capoeira wajib melibatkan tarian, musik, dan lagu.
Ketiga unsur inilah yang selalu ditampilkan hingga sekarang. Ketika latihan, ada sesi yang disebut roda (read:hoda).
Saat roda, pemain capoeira akan berkumpul melingkar dan bernyanyi lagu khusus.
Salah satu atau beberapa orang dari mereka juga akan memainkan alat musik khas Brasil, seperti tamborin yang disebut pandeiro dan berimbau, instrumen yang bentuknya seperti busur panah.
Kemudian, semua anggota maju berpasangan secara bergantian untuk saling beradu. Tetapi, tidak ada gerakan yang sengaja menjatuhkan lawan seperti yang sering ditampilkan bela diri lain. Bahkan, gerakan mereka terjadi lambat dan sebisa mungkin tidak mengenai tubuh lawan.
Atraksi terus berlanjut sambil ditimpali senyum keakraban dan iringan dendang unik. Semua ini membuat kita sadar. Bukan hanya jurus bela diri yang membuat banyak orang kecanduan capoeira. Akan tetapi, suasana keakraban yang terjalin.
Capoeira…salve!
Muito Obrigado........
*Salve = salut dalam bahasa Brasil. Kata ini selalu dipakai sebagai bentuk penghormatan pada capoeira.
*Muito Obrigado = terima kasih banyak

(edited byUnO)